CATEGORIES

Publish on Agustus 31st, 2018 under Category Bisnis|Komentar Dinonaktifkan pada Mari Belanja Sambil Beramal

Mari Belanja Sambil Beramal

Yayasan Dana Bantuan mengajak pengunjung Festival Kali Besar di Kawasan Kota Tua membeli atau memborong produk produk orang tua lanjut usia atau lansia non panti yang kreatif dan sehat. Ayo Siapa Lagi .. Sembari Beramal Kita Belanja Yok Yok

Publish on Agustus 31st, 2018 under Category Bisnis|Komentar Dinonaktifkan pada Yayasan Dana Bantuan Masih Eksis Sampai Sekarang

Yayasan Dana Bantuan Masih Eksis Sampai Sekarang

Jakarta, jurnalisbelanegara.com- Yayasan Dana Bantuan yang berada di jalan Brawijaya yang awalnya di pimpin oleh menteri sosial ternyata masih eksis sampai sekarang. Akan tetapi sejak di pimpin Yohana Nasution istri Jendral AH Nasution Yayasan Dana Bantuan itu tidak lagi di suport oleh pemerntah. Yayasan mencari biaya sendiri untuk kegiatan sosialnya itu.

“Awalnya Yayasan Dana Bantuan itu diketuai oleh Yohana Nasution, tetapi setelah beliau wafat kedudukan itu digantikan oleh Aisyah Baidlowi adik dari Gus Dur mantan presiden RI,”kata Kepala Bidang Sumber Daya dan Dana, Ariyati Suani kepada wartawan di kawasam Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (31/8/2018).

Lanjut Ariyati, akan tetapi beberapa bulan yang lalu Aisyah juga wafat dan posisi sekarang digantikan oleh Hendrianti Nasution putri dari Jendral AH Nasution.

Menurut Ariyati, dana itu untuk kesehatan para lansia non panti dan juga untuk pendidikan yang di berikan kepada anak SMK yang ekonomi orang tuanya kurang mampu melalui bea siswa khusus.

Yayasan kerap kali mengikuti acara pameran di manapun dengan memasarkan cindera mata para lansia binaan disamping penjualan barang bekas atau Garage Sale yang masih bagus milik para pengurus yayasan yang rata rata pensiunan.

“Yayasan Dana Bantuan sebelum Indonesia merdeka sudah ada dan kantornya itu dijalan Raya Brawijaya,”kata wanita pensiunan hotel berbintang ini menjelaskan.

Pada zaman Bung Karno gedung Yayasan Dana Bantuan pernah di jadikan tempat menginap para tamu luar negeri.

“Hingga sampai sekarang yayasan sosial ini masih tetap eksis di Indonesia”jelasnya menerangkan. (rc)

Publish on Agustus 31st, 2018 under Category Bisnis|Komentar Dinonaktifkan pada Suami Leonie Ternyata Nahkoda KRI RE. Martadinata

Suami Leonie Ternyata Nahkoda KRI RE. Martadinata

Jakarta, jurnalisbelanegara.com- Menjadi istri tentara atau TNI AL yang bertugas di Timor Timur (Tim-Tim) ketika Trikora merupakan kebanggan Leonie Anggraeni Achmad yang tergabung di organisasi Jalasenastri. Dia menyatakan sangat bangga menjadi istri tentara yang bertugas menjaga kedaulatan negara di Timor Timur (Tim-Tim) tetapi terasa sakit ketika Tim-Tim itu harus di lepaskan.

“Sakit rasanya kalau ingat dan sedih ketika Presiden Habibie lalu melepaskannya,”kata Leonie.

Lanjutnya, suaminya tentara yang jujur. Pada tahun 1971 pernah menjadi nahkoda di Kapal RE. Martadinata selama 4 tahun ketika masa Trikora dalam peperangan merebut Timor Timur (Tim-Tim) atau yang sekarang di sebut Timor Leste.

“Bayangkan suami saya keluar dari Tim-Tim badannya sampai kurus kerempeng,” ujarnya.

Karena itu, ketika suaminya bertugas Leonie aktif di organisasi di bidang sosial masyarakat.

“Saya aktif di Yayasan Dana Bantuan yang sekarang mengurusi pencarian dana buat para lansia yang sakit,” kata dia.

Di Festivsl Kali Besar Leonie mengaku, kalau tidak ada yang membeli produk para lansia yang di pasarkan oleh pengurus Yayasan Dana Bantuan, maka hatinya sangat sedih. Karena itu untuk mengakalinya Leonie berinisiatif menjual barang barang bekasnya yang belum pernah dia pakai.

“Kemarin saya jual obral barang barang saya dan ternya laris manis karena saya obral dengan harga yang murah yaitu perbarang 5-10 ribu rupiah.”kata dia sembari tersenyum yang diantaranya seperti kerudung, handuk dan sepatu masih bagus yang hasil penjualan diperuntukan membeli obat para lansia.

Dan untuk pembelian obat lansia yang berlabel generik harganya 4-5 juta yang digunakan selama 1 bulan untuk 600 orang lansia.

Obat obatan itu di antaranya obat jantung, darah tinggi, batuk, sesak nafas dan sebagainya, tergantung dari dokter yang mendiagnosa penyakit lansia.

Menurut Leonie, pihak yayasan menggunakan 2 orang dokter yang jadwalnya jatuh setiap hari Selasa dan Kamis. Tim pengobatan itu kalau berangkat menuju rumah para lansia dari kantor dipagi hari dan sorenya pulang.

“Kalau saya dan ibu Ariyati itu adalah tim pencari dana,” jelas Leonie. (rc)

Publish on Agustus 30th, 2018 under Category Bisnis, Wisata|Komentar Dinonaktifkan pada Kota Solo Memiliki Festival Payung Mempesona di Luar Negeri

Kota Solo Memiliki Festival Payung Mempesona di Luar Negeri

Jakarta, jurnalisbelanegara.com- Festiva Payung Kota Solo di luar negeri khususnya negara Asia menjadi pesona tersendiri selama ini. Dinas Pariwisata dan Budaya melalui Nunuk Mari Hastuti di Jakarta, Kamis (30/8/2018) mengatakan Festival Payung memiliki prospek cerah bila di dukung anggaran yang memadai.

“Chiang Mai China dan Korea juga memiliki Festival Payung,”kata Nunuk menjelaskan.

Lanjutnya, Kita juga telah melakukan kerjasama dengan negeri tirai bambu dan negeri ginseng itu beberapa tahun ini.

Kota Solo kerjasama dengan China ataupun Korea, karena memiliki kesamaan visi dan misi dalam pariwisata. Dan pesona Indonesia yang di wakili Kota Solo melalui festival payung di luar negeri selalu mendapat tempat di hati warga masyarakat negara negara itu.

“Kita sama sama mengembangkan festival payung dengan saling mempromosikan, yaitu Solo mempromosikan pariwisata China dan Korea di Indonesia lalu sebaliknya China dan Korea juga mempromosikan pariwisata Indonesia di negara mereka,”kata wanita cantik itu seusai berfoto selfie bersama rombongannya.

Menurut Nunuk, kerjasama dengan China dan Korea tujuannya agar saling menguntungkan. Tetapi Solo terkendala masalah anggaran di event festival payung ini.

“Kendala kami di Solo untuk festival ini belum optimal karena terbentur anggaran yang kurang maksimal dalam mensuport bidang pariwisata ini,”jelasnya menerangjkan. (rc)

Publish on Agustus 30th, 2018 under Category Bisnis, Hiburan|Komentar Dinonaktifkan pada Musik Keroncong Ternyata Masih Eksis Lho

Musik Keroncong Ternyata Masih Eksis Lho

Jakarta, jurnalisbelanegara.com- Musik asli nenek moyang Keroncong Toegoe masih menjadi andalan Indonesia di pentas seni Indonesia di Tokyo Jepang belum lama ini. Guido Quiko pemilik Keroncong Tugu Cafrinho hingga sampai sekarang merasa optimis bahwa keroncongnya tidak akan termakan zaman.

“Mempertahankan tradisisi nenek moyang di seni musik keroncong menjadi motivasi saya,”ujarnya di Jakarta Utara, Rabu (29/8/2018).

Lanjutnya, Kalau ada acara pemerintah ataupun swasta khususnya di Jakarta Keroncong Toegoe tidak ketinggalan dalam mengisi acara. Bahkan di daerah terpencil sekalipun pertunjukan keroncong selalu mendapat sambutan positif.

Guido mengaku di tempat tinggalnya di daerah kampung Toegoe daerah Semper Jakarta Utara tempat lahirnya kesenian keroncong itu dia sudah mempersiapkan generasi penerusnya di kesenian ini.

“Kalau yang aktif ada 15 orang tetapi semuanya ada 40 orang dan semangat mereka berlatih sangat luar biasa,” kata dia.

Untuk perbendaharaan lagu dalam pentas pertunjukan di manapun Bos Entertainment ini selalu menyiapkan di atas 100 lagu tetapi biasanya hanya sekitar 30-40 lagu saja yang di pakai selama 2 jam.

Bulan Juli yang lalu tanggal 27-30 Keroncong Toegoe tampil di Jepang bersama kesenian lain Indonesia yang di antaranya Musik Angklung, Tari Betawi, Musik kreatif, Band Gigi dan produk UMKM.

Tetapi menurut Guido, musik Keroncong ini seharusnya di tempatkan di tempat yang layak oleh pemerintah Indonesia, karena demi untuk melestarikan budaya seni musik Indonesia.

“Mana ada sih musik keroncong itu di angkat di TV atau Radio secara berkesinambungan agar bisa masyarakat tahu bahwa musik asli ini sampai sekarang masih bertahan,”ujar pria yang asli keturunan Portugis berkeluh kesah karena musik keroncong tetap eksis tetapi tidak di beri ruang media. (rc)

BISNIS

Mari Belanja Sambil Beramal
Agustus 31st, 2018
Miniso Hadir Di JFW 2017
Oktober 24th, 2017

Copyright © Jurnalis Bela Negara. All Rights Reserved. Template by Press3g.com

Merdeka dan Merakyat