Statement Cases for Essays

Authorship a college scholarship essay might be a daunting work, but by pursuing some easy directions it might be an excellent experience. T...

On Paper Faculty Forms, software Program...

Program itself may give you the opportunity to offer in-depth academic and occupation background. Many pupils that have occupations don't me...

The Insider Secrets for Hello World

The Insider Secrets for Hello World You will carry on to let it operate since you stop by this next report. Nothing might have assisted th...

How-to Meeting To Get A Part-Time Job

Do not be individual assaults, when you're creating on any issue which is joined to a specific section never offer remarks that may wind up ...

Publish on Agustus 30th, 2018 under Category Bisnis, Hiburan|Komentar Dinonaktifkan pada Musik Keroncong Ternyata Masih Eksis Lho

Musik Keroncong Ternyata Masih Eksis Lho

Jakarta, jurnalisbelanegara.com- Musik asli nenek moyang Keroncong Toegoe masih menjadi andalan Indonesia di pentas seni Indonesia di Tokyo Jepang belum lama ini. Guido Quiko pemilik Keroncong Tugu Cafrinho hingga sampai sekarang merasa optimis bahwa keroncongnya tidak akan termakan zaman.

“Mempertahankan tradisisi nenek moyang di seni musik keroncong menjadi motivasi saya,”ujarnya di Jakarta Utara, Rabu (29/8/2018).

Lanjutnya, Kalau ada acara pemerintah ataupun swasta khususnya di Jakarta Keroncong Toegoe tidak ketinggalan dalam mengisi acara. Bahkan di daerah terpencil sekalipun pertunjukan keroncong selalu mendapat sambutan positif.

Guido mengaku di tempat tinggalnya di daerah kampung Toegoe daerah Semper Jakarta Utara tempat lahirnya kesenian keroncong itu dia sudah mempersiapkan generasi penerusnya di kesenian ini.

“Kalau yang aktif ada 15 orang tetapi semuanya ada 40 orang dan semangat mereka berlatih sangat luar biasa,” kata dia.

Untuk perbendaharaan lagu dalam pentas pertunjukan di manapun Bos Entertainment ini selalu menyiapkan di atas 100 lagu tetapi biasanya hanya sekitar 30-40 lagu saja yang di pakai selama 2 jam.

Bulan Juli yang lalu tanggal 27-30 Keroncong Toegoe tampil di Jepang bersama kesenian lain Indonesia yang di antaranya Musik Angklung, Tari Betawi, Musik kreatif, Band Gigi dan produk UMKM.

Tetapi menurut Guido, musik Keroncong ini seharusnya di tempatkan di tempat yang layak oleh pemerintah Indonesia, karena demi untuk melestarikan budaya seni musik Indonesia.

“Mana ada sih musik keroncong itu di angkat di TV atau Radio secara berkesinambungan agar bisa masyarakat tahu bahwa musik asli ini sampai sekarang masih bertahan,”ujar pria yang asli keturunan Portugis berkeluh kesah karena musik keroncong tetap eksis tetapi tidak di beri ruang media. (rc)

BISNIS

Mari Belanja Sambil Beramal
Agustus 31st, 2018
Miniso Hadir Di JFW 2017
Oktober 24th, 2017

Copyright © Jurnalis Bela Negara. All Rights Reserved. Template by Press3g.com

Merdeka dan Merakyat