Statement Cases for Essays

Authorship a college scholarship essay might be a daunting work, but by pursuing some easy directions it might be an excellent experience. T...

On Paper Faculty Forms, software Program...

Program itself may give you the opportunity to offer in-depth academic and occupation background. Many pupils that have occupations don't me...

The Insider Secrets for Hello World

The Insider Secrets for Hello World You will carry on to let it operate since you stop by this next report. Nothing might have assisted th...

How-to Meeting To Get A Part-Time Job

Do not be individual assaults, when you're creating on any issue which is joined to a specific section never offer remarks that may wind up ...

Publish on Juli 19th, 2017 under Category Beranda, Wisata|Komentar Dinonaktifkan pada Pejuang dan Noni Belanda Masih Bisa di Lihat di Taman Museum Fatahillah

Pejuang dan Noni Belanda Masih Bisa di Lihat di Taman Museum Fatahillah

Jakarta, press3g.com- Kota Tua memang banyak menyisahkan kenangan dan sudah melegenda, itu yang terkesan kalau kita melakukan wisata di Kota Tua, Jakarta Barat. Kalau ingin melihat apa saja, itu masih ada  disini. Seperti halnya, sepeda ontel, meriam zadul dan para pejuang tanah air, juga para Noni-noni Belanda juga masih ada yang berada disini sekalipun orang Belanda sendiri sudah lama pulang ke negerinya.

“Saya jadi patung pejuang ini juga untuk mengingatkan para generasi muda yang datang kesini selain juga untuk mencari rezeki” kata Yusuf, pemuda asal Pemalang, Jawa Tengah yang sudah 2 tahun jadi patung-patungan pejuang di Taman Museum Fatahillah, Kamis (30/3/2017).

Lanjutnya, dengan berperan menjadi patung pejuang, saya ingin pengunjung juga mengingat para pejuangnya, betapa kemerdekaan yang sekarang dirasakan itu adalah jasa dari para pejuang. Karena kalau tanpa pejuang, kita ini masih di jajah entah sampai kapan, betapa hebatnya pejuang-pejuang kita dari Sabang sampai Merauke.

 

“Bagi generasi muda sebaiknya jangan melakukan hal yang merugikan diri, jangan pernah terjun ke dalam lingkaran narkoba atau mabok-mabokan, karena tidak ada gunanya. Ingat para pejuang dulu berjuang untuk kemerdekaan dengan susah payah, jangan kecewakan mereka”  tutur Yusuf yang mangkal jadi patung pejuang dari hari senin s/d kamis dan hari sabtu-minggu ia mangkal di Taman Kalijodo dan menjadi hantu-hantuan.

Yusuf, sebelumnya bekerja di proyek tetapi karena sudah selesai, ia akhirnya mengambil pekerjaan menjadi patung pejuang dengan berdiam tanpa bergerak sedikitpun hingga berjam-jam.

“Kendalanya kalau hujan gede, saya langsung kabur tetapi kalau hanya gerimis-gerimis saja, saya masih bertahan. Maklum kalau hujan gede dandanan saya luntur dan baju basah kuyup” ujar Yusup yang berbicara tanpa bergerak sedikitpun.

Yusuf mengaku merasa enjoy melakukan pekerjaannya, karena di kota sejarah ini dirinya serasa ikut terbawa dalam sejarah perjuangan. Karena itu, bila panggilan ibu pertiwi datang untuk berjuang melawan penjajah siapapun, dirinya siap kapanpun berjuang demi tanah air Indonesia.

Sementara itu, tidak jauh dari Yusuf mangkal di Taman Museum Fatahillah ini juga terlihat banyak noni-noni Belanda yang cantik-cantik. Mereka memakai gaun khas ala  bangsawan Belanda jaman dulu.

Menurut keterangan, Sejarah terbentuknya VOC setelah Cornelis De Houtman sampai di Banten pada tahun 1596. Noni adalah panggilan bagi perempuan keturunan Belanda atau Indo dan belum menikah pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia. Sekarang ini penggunaan noni sudah meluas pada masyarakat Indonesia.

“Saya sudah dua tahun loh jadi Noni Belanda ini” kata si cantik Muthia siswi kelas 3 SMP di Jakarta Barat itu dengan tersenyum. (fin)

 

 

 

 

 

 

 

 

BISNIS

Mari Belanja Sambil Beramal
Agustus 31st, 2018
Miniso Hadir Di JFW 2017
Oktober 24th, 2017

Copyright © Jurnalis Bela Negara. All Rights Reserved. Template by Press3g.com

Merdeka dan Merakyat