Statement Cases for Essays

Authorship a college scholarship essay might be a daunting work, but by pursuing some easy directions it might be an excellent experience. T...

On Paper Faculty Forms, software Program...

Program itself may give you the opportunity to offer in-depth academic and occupation background. Many pupils that have occupations don't me...

The Insider Secrets for Hello World

The Insider Secrets for Hello World You will carry on to let it operate since you stop by this next report. Nothing might have assisted th...

How-to Meeting To Get A Part-Time Job

Do not be individual assaults, when you're creating on any issue which is joined to a specific section never offer remarks that may wind up ...

Publish on Agustus 29th, 2018 under Category Bisnis|Komentar Dinonaktifkan pada Pekerja Penambat Kapal Kata Bustanul Cukup Beresiko

Pekerja Penambat Kapal Kata Bustanul Cukup Beresiko

Jakarta, jurnalisbelanegara.com- Seringnya penambat kapal mengalami kecelakaan kerja di dermaga pelabuhan membuat Bustanul Arifin ingin mendalami bahasa asing selain bahasa Indonesia yang di kuasainya. Dirinya berharap  rekannya sesama profesi  yang nantinya mengikuti pelatihan bahasa asing ke depan banyak yang terhindar dari kecelakaan kerja karena miss komunikasi bahasa.

“Komunikasi orang kapal dan orang darat itu beda suka tidak nyambung, karena tidak semua crew atau awak kapal itu orang Indonesia bahkan sebagian mereka orang asing,” kata Bustanul Arifin yang baru saja di lantik menjadi Ketua DPC Serikat Pekerja Jasa Angkutan Indonesia (SP-JAI) Jakarta Utara di Kantor Sudin Nakertrans Jakarta Utara, Rabu (29/8/2018).

Lanjutnya, pekerjaan menarik tali, mengikat tali atau penambatan kapal sampai kapal berangkat itu beresiko tinggi dengan kecelakaan kerja karena bahasa yang tidak di kuasa oleh pekerja dan sewaktu waktu bisa terjadi kepada siapapun orangnya.

Bustanul memahami pekerjaan penambat kapal itu berat dan agar tidak terjadi kecelakaan lagi karena kesalah pahaman bahasa, maka perlunya pemerintah memberikan pembekalan kepada para pekerja penambat kapal secara berkesinambungan. Mengingat penambat kapal bekerja di pelabuhan berskala Internasional.

Penambat kapal bekerja dari ujung ke ujung dermaga pelabuhan atau dari Pos Pelabuhan Nusantara sampai Pos Pelabuhan Kalibaru. Penambat kapal dalam tugasnya berhubungan selalu dengan crew atau awak kapal yang menjadi Pandu untuk mengatur pola gerak kapal dari kapal datang dan berangkat sampai selesai kegiatannya di dermaga pelabuhan.

“Saya sendiri pernah mengalami kecelakaan kerja yaitu tali kapal ketika mau di tambatkan terkena ke muka saya hingga muka dekat mata ini mengalami kenang kenangan sampai sekarang alias sedikit codet,” ujar bapak yang sudah bekerja selama 10 tahun dan memiliki dua anak.

Busnaul juga mengatakan sekalipun pekerjaan ini beresiko tetapi para penambat kapal bertambah terus. Untuk sekarang yang bekerja di lapangan sudah terdapat 60 orang dan ada penambahan pegawai baru 20 orang.

“Untuk satu tim penambat kapal ada 20 orang, lainnya mengantar pandu dan, menjemput pandu,” jelas Bustanul. (ric)

BISNIS

Mari Belanja Sambil Beramal
Agustus 31st, 2018
Miniso Hadir Di JFW 2017
Oktober 24th, 2017

Copyright © Jurnalis Bela Negara. All Rights Reserved. Template by Press3g.com

Merdeka dan Merakyat