Statement Cases for Essays

Authorship a college scholarship essay might be a daunting work, but by pursuing some easy directions it might be an excellent experience. T...

On Paper Faculty Forms, software Program...

Program itself may give you the opportunity to offer in-depth academic and occupation background. Many pupils that have occupations don't me...

The Insider Secrets for Hello World

The Insider Secrets for Hello World You will carry on to let it operate since you stop by this next report. Nothing might have assisted th...

How-to Meeting To Get A Part-Time Job

Do not be individual assaults, when you're creating on any issue which is joined to a specific section never offer remarks that may wind up ...

Publish on Agustus 31st, 2018 under Category Bisnis|Komentar Dinonaktifkan pada Suami Leonie Ternyata Nahkoda KRI RE. Martadinata

Suami Leonie Ternyata Nahkoda KRI RE. Martadinata

Jakarta, jurnalisbelanegara.com- Menjadi istri tentara atau TNI AL yang bertugas di Timor Timur (Tim-Tim) ketika Trikora merupakan kebanggan Leonie Anggraeni Achmad yang tergabung di organisasi Jalasenastri. Dia menyatakan sangat bangga menjadi istri tentara yang bertugas menjaga kedaulatan negara di Timor Timur (Tim-Tim) tetapi terasa sakit ketika Tim-Tim itu harus di lepaskan.

“Sakit rasanya kalau ingat dan sedih ketika Presiden Habibie lalu melepaskannya,”kata Leonie.

Lanjutnya, suaminya tentara yang jujur. Pada tahun 1971 pernah menjadi nahkoda di Kapal RE. Martadinata selama 4 tahun ketika masa Trikora dalam peperangan merebut Timor Timur (Tim-Tim) atau yang sekarang di sebut Timor Leste.

“Bayangkan suami saya keluar dari Tim-Tim badannya sampai kurus kerempeng,” ujarnya.

Karena itu, ketika suaminya bertugas Leonie aktif di organisasi di bidang sosial masyarakat.

“Saya aktif di Yayasan Dana Bantuan yang sekarang mengurusi pencarian dana buat para lansia yang sakit,” kata dia.

Di Festivsl Kali Besar Leonie mengaku, kalau tidak ada yang membeli produk para lansia yang di pasarkan oleh pengurus Yayasan Dana Bantuan, maka hatinya sangat sedih. Karena itu untuk mengakalinya Leonie berinisiatif menjual barang barang bekasnya yang belum pernah dia pakai.

“Kemarin saya jual obral barang barang saya dan ternya laris manis karena saya obral dengan harga yang murah yaitu perbarang 5-10 ribu rupiah.”kata dia sembari tersenyum yang diantaranya seperti kerudung, handuk dan sepatu masih bagus yang hasil penjualan diperuntukan membeli obat para lansia.

Dan untuk pembelian obat lansia yang berlabel generik harganya 4-5 juta yang digunakan selama 1 bulan untuk 600 orang lansia.

Obat obatan itu di antaranya obat jantung, darah tinggi, batuk, sesak nafas dan sebagainya, tergantung dari dokter yang mendiagnosa penyakit lansia.

Menurut Leonie, pihak yayasan menggunakan 2 orang dokter yang jadwalnya jatuh setiap hari Selasa dan Kamis. Tim pengobatan itu kalau berangkat menuju rumah para lansia dari kantor dipagi hari dan sorenya pulang.

“Kalau saya dan ibu Ariyati itu adalah tim pencari dana,” jelas Leonie. (rc)

BISNIS

Mari Belanja Sambil Beramal
Agustus 31st, 2018
Miniso Hadir Di JFW 2017
Oktober 24th, 2017

Copyright © Jurnalis Bela Negara. All Rights Reserved. Template by Press3g.com

Merdeka dan Merakyat